PENGENALAN DAN PENGUKURAN KEWIRAUSAHAAN DI PUSAT KEGIATAN GURU: GURU DAN KEPALA SEKOLAH PAUD DI KECAMATAN KERTOSONO

Baru-baru ini trend kata entrepreneur sangat booming dikalangan milenial, namun tidak semua orang paham betul dengan arti tersebut. Lalu apakah arti dari entrepeneur itu sendiri dan apakah perbedaanya dengan wiraswasta? Wiraswasta sendiri merupakan seseorang yang menghasilkan pendapatan dengan menjalankan usaha sendiri, perdagangan, atau profesi. Sedangkan pengusaha adalah seseorang yang mengorganisir, mengatur, dan mengasumsikan resiko. Mengaplikasikan inovasi untuk mengatasi resiko-resiko dan memperoleh penghargaan. Tidak semua wirasuwasta adalah seorang pengusaha.

Inilah perbedaan dari istilah karakteristik wiraswasta (Intrapreneur, entrepreneur, social entrepreneur). Intrapreneur: status adalah karyawan, bekerja pada orang lain, memiliki atasan (pimpinan), tetapi memiliki kebebasan dan akses terhadap resources (sumber daya) serta memiliki jiwa keiwrausahaan. Entrepreneur: tidak bekerja untuk orang lain tetapi bekerja untuk diri sendiri atas usaha bisnis yang didirikan. Social entrepreneurs: pelaku aktivitas kegiatan sosial yang berwatak entrepreneur.

Pada pembahasan kali ini dapat menjadi tolak ukur wiraswasta pribadi berkaitan dengan menciptakan pengertian akan aspek penting dari wiraswasta oleh guru dan Kepala PAUD ,wiraswasta pribadi berkaitan dengan bersiap-siap dengan keputusan untuk menjalankan wiraswasta oleh guru dan Kepala PAUD dan wiraswasta pribadi berkaitan dengan meningkatkan kesempatan keberhasilan menciptakan kesadaran akan kondisi dan persyaratan oleh guru dan Kepala PAUD

Penjelasan berkaitan dengan materi mengenai kenyataan dari wiraswasta dan karakterikstik kewirausahaan yang menggunakan metode ceramah tatap muka dari pemateri ke peserta guru dan Kepala PAUD. Materi diberikan dengan menggunakan media Power Point. Selanjutnya pengisian kuesioner oleh peserta guru dan Kepala PAUD. Kuesioner ini memiliki 10 item pertanyaan/pernyataan yang diisi dengan memilih salah satu jawaban yang sesuai. Menggunakan skala likert 3 klasifikasi dengan skor 3 untuk jawaban ya, skor 2 untuk jawaban tidak yakin, dan skor 1 untuk jawaban tidak.

Hasil luarannya berupa materi-materi mengenai kenyataan dari wiraswasta dan karakterikstik kewirausahaan dan keberhasilan kegiatan ini adalah penjelasan bahwa guru dan kepala PAUD memiliki keyakinan yang baik (rata-rata diangka 2,5 dari skor maksimal 3 dan skor minimal 1) yang berkaitan dengan jiwa wiraswasta, walaupun memiliki informasi awal yang terbatas mengenai wiraswasta dari materi pengabdian yang diberikan. Untuk itu perlu ada tindak lanjut untuk program pengukuran jiwa wiraswasta sehingga dapat mengembangkan jiwa wiraswasta.

Perlu dioptimalisasi potensi terkait jiwa wiraswasta (intrapreneur, entrepreneur, social entrepreneur), di tataran guru dan kepala PAUD karena yang bersangkutan merupakan pendidikan paling awal bagi anak bangsa. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi perlu menciptakan kolaborasi riset wiraswasta dengan para pelaku bisnis, peneliti, dan dosen untuk terus mengembangkan dalam tataran praktis dan akademik serta teoritik. (Bambang Agus Sumantri1 dan Samari2) )