EDUKASI DAMPAK MEROKOK BAGI KESEHATAN DAN MASA DEPAN REMAJA DI KARANG TARUNA CIPTA KARSA KELURAHAN BANJARAN KOTA KEDIRI

Merokok merupakan kebiasan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia baik pada laki-laki atau perempuan. Masyarakat memahami dampak dari merokok sebagian besar akan berdampak pada kesehatan dan merugikan diri sendiri dan orang lain (Kemenkes, 2015). Akan tetapi mereka tetap melakukan merokok dan tidak menghiraukan hal itu. Berdasarkan penelitian dari Munir (2019) menemukan bahwa orang yang merokok itu disebabkan karena pengaruh orang tua, teman sebaya dan tipe kepribadian dari orang tersebut. Data menunjukkan bahwa sekitar 35% perokok laki-laki berasal dari negara maju dan 50% dari negara berkembang (World Health Organization, 2018). Setiap tahun, sekitar 225.700 orang meninggal dunia karena merokok atau penyakit lain yang berkaitan dengan tembakau di Indonesia (WHO, 2021).

Penggunaan tembakau di Indonesia masih tergolong tinggi untuk kalangan dewasa dan remaja. Prevelensi pada orang dewasa masih belum menjukkan penurunan dalam 5 tahun terakhir (WHO, 2021). Data terbaru dari Global Youth Tobacco Survey tahun 2019 menunjukkan bahwa 40,6% pelajar di Indonesia (usia 13-15 tahun), 2 dari 3 anak laki-laki, dan hampir 1 dari 5 anak perempuan sudah pernah menggunakan produk tembakau. 19,2% pelajar saat ini merokok dan di antara jumlah tersebut, 60,6% bahkan tidak dicegah ketika membeli rokok karena usia mereka, dan dua pertiga dari mereka dapat membeli rokok secara eceran (GYTS, 2020).

Merokok selalu menjadi trending topik dari masa ke masa. Baik seseorang tersebut berpengetahuan ataupun tidak, berpendidikan ataupun tidak, perilaku merokok selalu dinikmati dan menjadi yang harus dilakukan. Iklan merokok juga memiliki daya tarik tersendiri untuk seseorang baik dari media cetak maupun media elektronik, dimana iklan rokok dapat meningkatkan pengetahuan seseorang dalam menentukan sikap.

Semakin seseorang tersebut terpapar dengan hal-hal yang berkaitan dengan rokok maka perilaku merokok akan terus dipertahankan. Di samping rasa stress atau adanya tekanan pada diri seseorang juga memicu dia untuk merokok, mudahnya akses untuk mendapatkan rokok dan kurangny himbauan dari petugas kesehatan secara edukasi terrhadap masyarakat yang telah terpapar dengan kesenangan merokok. Melihat banyak faktor yang mempengaruhi seseorang untuk merokok, kami tertarik untuk melakukan penyuluhan “Edukasi Dampak Merokok Bagi Kesehatan Dan Masa Depan Remaja di Karang Taruna Cipta Karsa Kelurahan Banjaran Kota Kediri.

Kegiatan penyuluhan dampak merokok dilakukan dengan memberikan penyuluhan pada karang taruna cipta karsa pada tanggal 22 Desember 2024. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah. Media yang digunakan selama ceramah berupa tayangan power point dengan menjelaskan pengertian, kandungan rokok, bahaya merokok, penyakit akibat rokok, tips berenti merokok, upaya pencegahan dan dampak dari merokok.

Gambar 1. Dokumentasi setelah kegiatan penyuluhan

Pada tanggal 22 Desember 2024 bertempat di kediaman Karang Taruna Cipta Karsa Kelurahan Banjaran, Kota Kediri. Materi disampaikan oleh anggota tim PKM yaitu Selin Pratiwi , M. Mudzakkir, Andini Faizah, Andini Meilinda, Desi Maharani, Dwi Nur Azizah, Ellice Mellyana, Fitri Nur Handayani, Mukhalid Muhamazan, Rensy Arsita. Selama pelaksanaan edukasi, seluruh remaja karang taruna cipta karsa antusias dalam mengikuti penyuluhan dan kritis dalam bertanya. Untuk memperoleh informasi sejauhmana remaja karang taruna cipta karsa memahami materi, maka dilakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan meminta remaja karang taruna cipta karsa untuk tanya jawab terkait materi yang telah dipaparkan dan mengisi lembar post tes. Berdasarkan evaluasi didapatkan hasil hampir seluruh remaja karang taruna cipta karsa mampu menjawab dengan tepat.

Setelah kegiatan ini diharapkan remaja karang taruna cipta karsa mampu menanamkan kebiasaan tidak merokok.  Penerapan yang baik dan benar selain memiliki dampak langsung pada kesehatan remaja, juga dapat berdampak jangka panjang bagi masa depan remaja.

Gambar 2. Dokumentasi setelah kegiatan penyuluhan

(Selin Pratiwi¹, M. Mudzakkir², Andini Faizah³, Andini Meilinda⁴, Desi Maharani⁵, Dwi Nur Azizah⁶, Ellice Mellyana⁷, Fitri Nur Handayani⁸, Mukhalid Muhamazan⁹, Rensy Arsita¹⁰)