EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL “SIPEKA” DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN PERKALIAN PESERTA DIDIK KELAS 4 DI MI AL-IKHLAS

Dalam era digital yang semakin berkembang, penggunaan media interaktif dalam pembelajaran telah menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan minat dan pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran. Salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh peserta didik sekolah dasar adalah memahami konsep dasar matematika, terutama dalam operasi perkalian.

Sebagai salah satu dari empat operasi dasar, perkalian berperan penting dalam kemampuan berlogika dan memecahkan masalah. Dengan memahami perkalian, peserta didik tidak hanya mampu menyelesaikan perkalian yang sederhana, tetapi juga bersiap untuk berhadapan dengan konsep-konsep matematika yang kompleks di masa mendatang.

Media pembelajaran SIPEKA (si petualang perkalian) adalah media digital interaktif yang berfokus pada materi perkalian, dimana perkalian adalah operasi dasar dalam matematika. Perkalian adalah bentuk  penjumlahan berulang atau penjumlahan bilangan yang sama sebanyak pengali.

Media interaktif “SIPEKA” (Si Petualang Perkalian) dirancang sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan dan efektif, memadukan teknologi dengan metode pembelajaran berbasis permainan (game-based learning). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penggunaan  media “SIPEKA” terhadap pemahaman peserta didik sekolah dasar dalam materi perkalian serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perkalian dalam kehidupan sehari-hari melalui contoh soal dan latihan soal bagi peserta didik.

Melalui penelitian ini, diharapkan media “SIPEKA” dapat menjadi solusi praktis yang mendukung guru dan orang tua dalam membantu anak-anak menguasai materi perkalian dengan cara yang lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan, serta meningkatkan kemampuan berhitung, melatih logika berpikir, dan menumbuhkan minat belajar matematika sejak sekolah dasar.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memenuhi Proyek Mata Kuliah Multimedia Pembelajaran Matematika yang dilakukan oleh Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika. Sasaran Kegiatan pada media ini yaitu kelas 4 sekolah dasar yang dilaksanakan di MI Al-Ikhlas Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri, dengan total 10 peserta didik.

Pada tanggal 10 Oktober 2024, Dilaksanakan kegiatan observasi. Kegiatan observasi ini meliputi wawancara terhadap guru matematika terkait pembelajaran perkalian di kelas dan dari hasil wawancara didapatkan kendala yang dihadapi guru sebagai berikut;

  1. Kurangnya minat peserta didik dalam pembelajaran matematika sehingga sebagian peserta didik belum bisa  menghitung perkalian. Hal tersebut mengakibatkan kurangnya antusias peserta didik ketika diminta untuk maju kedepan menjawab soal-soal dari guru.
  2. Dalam kegiatan belajar mengajar, ada beberapa peserta didik yang asik sendiri sehingga mampu menyebabkan peserta didik lainnya sangat sulit untuk berkonsentrasi. Hal tersebut mengakibatkan seorang guru sedikit kesulitan untuk mengkondisikan kelas.
  3. Dalam satu kelas terdapat perbedaan dalam tingkat pemahaman konsep perkalian setiap peserta didik, ada yang pola pikirnya cepat maupun sebaliknya. Hal tersebut mengakibatkan seorang guru harus lebih teliti dalam mengajar.
  4. Kebanyakan dari peserta didik hanya mampu menyelesaikan perkalian dari 1 sampai 4, sedangkan untuk perkalian dua digit dengan satu digit peserta didik masih belum menguasai. Hal tersebut mengakibatkan seorang guru masih ragu untuk memberikan soal cerita karena perkalian dasar 1 sampai 10 masih belum menguasai.

Pada tanggal 19 Oktober 2024, Dilanjutkan dengan observasi kepada peserta didik serta telah melaksanakan pre-test untuk menguji kemampuan awal siswa terhadap operasi perkalian. Hasil wawancara yang telah dianalisis adalah sebagai berikut;

  1. Antusias Peserta didik

Dari hasil wawancara, dapat dilihat sekitar 60%-70% peserta didik (6-7 dari 10 peserta didik) kurang antusiasme untuk maju ke depan kelas dalam menjawab soal di papan tulis. Peserta didik kurang percaya diri atau takut salah saat diminta tampil di depan teman-temannya.

  1. Pembelajaran trik perkalian menggunakan jari

Peserta didik belum diajarkan metode perkalian menggunakan jari. Padahal, metode ini dapat menjadi cara ampuh dan sederhana untuk memahami perkalian, terutama untuk perkalian angka 6 hingga 9.

  1. Peran Orang Tua dalam mendukung Pembelajaran

Peserta didik mengaku bahwa orang tua mereka turut aktif membantu dalam pembelajaran di rumah, termasuk pendampingan saat mengerjakan PR. Sokongan ini merupakan kunci dalam keberhasilan pembelajaran, karena andil orang tua dapat memotivasi siswa dan membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi anak-anak di rumah.

Pada tanggal 14 Desember 2024, Mengaplikasikan hasil pembuatan media “SIPEKA” kepada peserta didik serta melakukan Post-test melalui soal-soal yang telah disediakan pada media “SIPEKA” yang diharapkan  mampu meningkatkan konsep pemahaman perkalian peserta didik. Pada media “SIPEKA” terdapat pengertian dan sifat-sifat perkalian serta contoh-contoh penyelesaian soal perkalian dalam kehidupan sehari-hari yang disajikan dalam bentuk video interaktif serta terdapat 10 soal yang siap dikerjakan oleh peserta didik.

Setelah melaksanakan kegiatan intinya yaitu pengaplikasian media “SIPEKA” di sekolah MI AL-IKHLAS dengan sasaran kelas 4, peserta didik mampu menyelesaikan soal yang tersedia di media tersebut dengan benar serta ada peningkatan dalam pemahaman konsep perkalian dari peserta didik. Adapun soal cerita pada media tersebut membuat peserta didik mampu menerapkan konsep perkalian tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Dokumentasi Kegiatan pelaksanaan

Gambar 1 : Wawancara Guru Matematika

Gambar 2. Pelaksanaan Pre-test

Gambar 3. Pengaplikasian Media “SIPEKA”

(Febi Widarwati¹, Ruli Setyorini, Siti Retnosari², Dr. Aprillia Dwi Handayani³)