“Cinta seorang ibu menenangkan, cinta seorang ayah menguatkan”

Gambar 1. Suasana Parenting di Sumber Banteng Kediri
Usia 2-3 tahun merupakan masa kritis bagi perkembangan anak sehingga perlu mendapatkan pola pengasuhan yang tepat. Perkembangan anak usia 2-3 tahun yang harus mendapat perhatian ayah bunda adalah: perkembangan fisik, perkembangan kognitif, perkembangan bahasa, perkembangan motorik, perkembangan sosial-emosional, dan perkembangan rasa ingin tahu. Kurangnya perhatian dan stimuli terhadap perkembangan aspek-aspek tersebut akan berakibat buruk pada masa dewasa.
Pengasuhan baduta (anak usia 2 tahun) dan batita (anak usia tiga tahun) merupakan tanggung jawab ayah bunda. Meskipun peran ayah dan bunda dalam pengasuhan boleh berbeda, namun tanggung jawab dalam pengasuhan sama besarnya. Pengasuhan anak bukan hanya tugas bunda, ayah harus telibat juga dalam pengasuhan. Ayah yang ikut terlibat dalam pengasuhan anak akan memberikan pengaruh positif pada aspek kognitif, sosio-emosional, maupun kesehatan fisik.
Peran ayah dalam pengasuhan anak (fathering) sangat penting karena ayah memberikan rasa aman yang unik pada anak-anak mereka. Karena seorang ayah adalah simbol solidaritas, kemandirian, dan kepercayaan diri yang tidak mudah digantikan oleh anggota keluarga yang lain. Ayah menjadi figur tertentu bagi anak. Bagi anak laki-laki, ayah akan membentuk karakter mereka dan bagi anak perempuan ayah akan mempengaruhi sudut pandang mereka terhadap alaki-laki. Anak-anak yang tumbuh dengan ayah yang penuh perhatian dan kasih sayang menunjukkan rasa percaya diri dan kasih sayang yang lebih besar.
Dalam rangka mengoptimalkan peran ayah (fathering) dalam pengasuhan baduta (anak usia 2 tahun) dan batita (anak usia 3 tahun), tim pengabdian masyarakat BK UNP Kediri mendapatkan undangan dari Pengelola Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) BKB Emas Tunas Bangsa Kelurahan Betet untuk melaksanakan parenting. Parenting dilaksanakan pada hari Kamis 17 Oktober 2024 bertempat di Sumber Banteng Kota Kediri mulai pukul 08.00 – 11.30. Peserta parenting sebanyak 35 ayah bunda beserta ananda (baduta dan batita) dari kelurahan Betet Kecamatan Pesantren Kotamadya Kediri. Tim pengabdian masyarakat terdiri dari dosen dan mahasiswa, yaitu: Dr. Sri Panca Setyawati, M. Pd. sebagai pemateri, Laila Minalul M., dan Nur Hamidah sebagai pemandu dalam bermain simulasi.
Tujuan kegiatan parenting ini adalah: 1) Menumbuhkan kesadaran orangtua tentang peran masing-masing dan tanggung jawab yang sama antara ayah dan ibu dalam pengasuhan anak. 2) Menumbuhkan kesadaran ayah terkait peran dan tanggung jawabnya dalam keluarga. 3) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ayah dalam pengasuhan anak. 4) Memberikan pemahaman kepada ayah tentang manfaat keterlibatannya dalam pengasuhan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil yang diharapkan dari kegiatan parenting ini adalah: 1) Orangtua memiliki pengetahuan, sikap dan motivasi untuk menjalankan peran ayah dan ibu secara efektif. 2) Ayah sadar tentang peran dan tanggung jawabnya dalam keluarga serta pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan. 3) Ayah berperan aktif dalam pengasuhan sehari-hari dan dalam menstimulasi perkembangan anak.
Kegiatan parenting diawali dengan berkumpul di Balai Desa Betet, selanjutnya bersama-sama naik kereta kelinci menuju Sumber Banteng (Foto 1 dan Foto 2), karena kegiatan parenting dilaksanakan di Sumber Banteng. Setibanya di Sumber Banteng, dilaksanakan foto bersama terlebih dahulu (tim pengabdian masyarakat, pengelola SOTH, dan ayah bunda baduta dan batita). Sebelum penyampaian materi tentang peran ayah dalam pengasuhan baduta dan batita, ayah bunda diberi soal pretes sebagai entry behavior, selanjutnya penyampaian materi oleh Dr. Sri Panca Setyawati, M. Pd., bermain simulasi pengasuhan anak dipandu oleh mahasiswa (Gambar 3), dan diakhiri dengan pemberian post tes.

Gambar 2. Naik Kereta Kelinci Menuju Sumber Banteng Kediri

Gambar 3. Ayah bunda dan Ananda Naik Kereta Kelinci Menuju Sumber Banteng Kediri

Gambar 4. Bermain Simulasi Pengasuhan Anak
Materi yang disampaikan oleh nara sumber terkait peran ayah dalam pengasuhan baduta dan batita meliputi: Pengertian peran ayah dalam pengasuhan anak, pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak, manfaat dan dampak keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak, dan kegiatan untuk menstimulasi tumbuh kembang anak. Materi disajikan dengan metode ceramah dengan variasi tanya jawab tanpa menggunakan LCD karena kegiatan dilaksanakan dengan duduk lesehan di tikar di alam bebas dan lebih cenderung pada kegiatan dialog. Variasi kegiatannya adalah meminta beberapa peserta untuk menceritakan pola pengasuhan yang dilakukan selama ini dan juga dilakukan ice breaking. Setelah seluruh kegiatan parenting berakhir, ayah bunda diberi kesempatan untuk jalan-jalan bersama baduta dan balita putera-puteri mereka.
Berdasar hasil pengamatan tim pengabdian masyarakat, pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan lancar. Peserta enjoy dan antusias dalam mengikuti seluruh proses yang tampak dari kesediaan peserta: terlibat secara langsung, berbagi pengalaman tentang penngasuhan anak, mengajukan beberapa pertanyaan terkait materi, dan melakukan permainan simulasi.
Catatan akhir: Peran ayah dalam pengasuhan baduta dan batita sangat penting karena ayah merupakan simbol solidaritas, kemandirian, dan kepercayaan diri yang tidak mudah digantikan oleh anggota keluarga yang lain. Ayah akan membentuk karakter bagi anak laki-laki dan akan mempengaruhi sudut pandang mereka terhadap laki-laki bagi anak perempuan. Anak-anak yang tumbuh dengan ayah yang penuh perhatian dan kasih sayang menunjukkan rasa percaya diri dan kasih sayang yang lebih besar.
(Sri Panca Setyawati¹, Laila Minalul M.², Nur Hamidah³).