Pembelajaran matematika merupakan mata pelajaran umum yang terdapat pada jenjang Sekolah Dasar sampai dengan perguruan tinggi. Pembelajaran matematika adalah salah satu mata pelajaran yang ada di lingkup Sekolah Dasar. Mata pelajaran matematika di berikan kepada siswa mulai dari tingkat SD untuk membekali mereka dalam memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama.
Pembelajaran yang menjadi sorotan masyarakat saat ini adalah mata pelajaran matematika. Salah satu materi pembelajaran matematika adalah materi perkalian dan pembagian. Ahmad Veri Ardianto Menyatakan perkalian dan pembagian termasuk materi yang sangat sulit untuk di pahami sebagian siswa SD LABORATORIUM UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI. Guru harus menggunakan berbagai cara untuk mengajarkan materi perkalian dan pembagian ke siswa agar mudah di pahami. Operasi hitung perkalian dan pembagian merupakan materi yang harus di pahami oleh siswa yang nantinya dalam operasi perkalian dan pembagian dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

- Tujuan Kegiatan
penelitian ini menggunakan jenis kualitatif yang di kenal sebagai pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan deskriptif adalah pendekatan penilitian yang bertujuan untuk menggambarkan dan memahami objek dalam bentuknya yang sebenarnya. Untuk mengumpulkan data dalam penilitain kualitatif, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pendekatan deskriptif kualitatif merupakan pendekatan penilitian di mana data-data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar. Tujuan kegitan observasi ini untuk memperoleh deskripsi atau gambaran yang lengkap tentang permasalahan yang di alami siswa dalam pembelajaran matematika di kelas 3 SD LABORATORIUM UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI. Observasi ini dilaksanakan di SD LABORATORIUM UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI pada siswa kelas 3 SD LABORATORIUM dengan jumlah siswa 20. Peneliti melakukan pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap respon siswa kelas 3 SD dengan menerapkan media vidio pembelajaran perkalian dan pembagian.
- Manfaat kegiatan
Penggunaan media vidio pembelajaran yang tepat dapat membantu siswa kelas 3 SD LABORATORIUM belaAjar dengan baik dan mempermudah pemahaman mereka tentang pelajaran. Penggunaan media vidio pembelajaran membantu guru mengembangkan cara baru untuk mengajar. Dapat membuat siswa lebih tertarik, lebih antusias, dan membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan efektif untuk mencapai tujuan. Peneliti menggunakan alat pembelajaran berupa vidio pembelajaran perkalian dan pembagian. Vidio pembelajaran adalah media yang dapat membantu siswa kelas 3 SD LABORATORIUM belajar berhitung permulaan.
- Sasaran kegiatan
Penelitian yang di lakukan pada anak-anak kelas 3 SD LABORATORIUM UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI.

- Waktu kegiatan
Penelitian ini melakukan kegitan wawancara dengan bapak Ahmad Veri Ardianto pada tanggal 14 oktober 2024 di SD LABORATORIUM. Dan melanjutkan dengan observasi pada tanggal 20 oktober 2024 di SD LABORATORIUM.
- Pelaksanaan kegiatan
Pada penelitian ini melakukan kegiatan wawancara dengan salah satu guru kelas 3 di SD LABORATORIUM, hambatan dan permasalahan yang di dapati pada pembelajaran matematika adalah perkalian dan pembagian dan terdapat beberapa anak yang bisa dan sisa nya kurang memahami. Observasi pada siswa kelas 3 SD LABORATORIUM dengan memberikan latihan soal dan menjelaskan cara mengerjakan, ada beberapa siswa bisa mengerjakan soal dengan baik dan ada siswa yang sulit untuk mengerjakan.


- Ketercapaian kegiatan
Berdasarkan hasil yang di peroleh, siswa di kelas 3 SD LABORATORIUM melihat dampak positif dari penggunaan media pembelajaran vidio pembelajaran perkalian dan pembagian. Metode ini cukup meningkatkan keterampilan siswa dalam kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab.

Saran dari media vidio pembelajaran perkalian dan pembagian dari tingkat satu prodi pendidikan matematika yaitu volume audio penjelasannya sebaiknya lebih besar atau lebih keras dari pada backsound, serta penjelasan berupa tulisan di media sebaiknya lebih singkat dan untuk media di beri animasi biar anak-anak lebih memahami lebih jelas lagi.


(Betseba Kariam¹, Robinson R. Bobu², Roys Murumerey³)